Ketika anak demam tinggi datang
Untuk pertama kalinya si adek demam dan langsung demam tinggi. Ceritanya Sabtu tgl 18 Juli kemarin sehabis berlebaran kami menikmati liburan hanya di rumah. Tiba- tiba ketika bangun tidur siang dedek Therma panas badannya. Makan siang sama soto ayam biasanya lahap kali ini ga mau disentuh. Langsung berinisiatif beli termometer. Setelah di check dengan termometer kagetlah kami karena suhunya 38,6°C. Wah demam tinggi. Pertolongan pertama saya beri parasetamol 0.8 ml. Ditunggu beberapa lama saya check lagi suhunya ternyata g turun cuma si dedek bisa tidur. Satu hari itu rajin saya check suhunya dan tidak menunjukkan adanya penurunan tetap di angka 38°C keatas. Masih saya dan papanya telatenin dengan memberi parasetamol dan membiarkan dedek memakai baju tipis dan tidak berselimut. Sampai hari Minggunya tidak ada perubahan, si dedek semakin lemas, maunya tidur terus, suhu tetap diangka 38°C keatas. Makan ga mau, cuma mau minum ASI, air putih dan sari buah. Kami berdua makin khawatir karena ini baru pertama kalinya si dedek demam. Papanya tetap cari di internet artikel mengenai demam. Cukup membantu untuk menenangkan kami yang makin kasihan lihat kondisi dedek yang makin lemas, diajak ngomong uda diem aja. Hampir jam 12 malam malah suhunya sampai 39.2°C.Oke kami putuskan besok Senin pagi harus ke dokter anak. Paginya kami bawa dedek ke dokter anak. Setelah di priksa kata dokter kemungkinan besar si dedek kena virus. Jika masih drop kondisinya harus segera check darah paling lambat hari Rabu. Kami dibekali obat penurun panas yang dimasukkan dari dubur katanya lebih efektif menurunkan panas. Obat ini boleh diberikan jika dedek demam tinggi diata 39°C karena ditakutkan akan kejang. Kemudian kami pulang ke rumah berharap kondisi dedek lebih baik karena demamnya sudah dilevel anget 37,4°c. Hari itu tidak kami beri paracetamol kata dokter selama demam tidak pada suhu diatas 38°C maka tidak usah diberikan penurun panas. Papanya balik kantor lagi. Tp setelah si dedek bangun tidur siang suhu badanya mulai naik lagi di angka 38.6°c. Makin malam malah naik jd 39,4°C. Takutlah kami terjadi kejang maka kami putuskan beri penurun panas lewat dubur. Tapi ternyata setelah kami berikan obat itu dedek pup alhasil obat yang diserap cuma sedikit. Tapi lumayan si dedek bisa nyenyak tidur. Jam 4 subuh si dedek bangun mulai gelisah demam tinggi lagi suhunya mencapai 39.1°C. Saya lihat jam pengen sekali segera bawa ke RS. Hari Selasa paginya langsung kami bawa ke RS untuk check darah. Kami sudah bersiap bawa peralatan jika dedek harus opname. Karena kondisi sudah drop sekali lemas, merintih, dan seperti kehilangan kesadaran hanya mau merem. Kami berpikir itu karena DBD. Tapi dari hasil lab semua bagus. Cuma dokter yakin ini karena virus.
Saat di opname
Melihat kondisinya yang lemas dokter mengajurkan untuk opname minimal 1 hari. Kami iyakan langsung karena sudah tidak tega. Begitu diinfus pakai acara darahnya netes2 karena pasang infusnya ga bener karena dedek nangis kejer meronta-ronta. Setelah dirawat beberapa jam demamnya mulai turun. Esoknya hari Rabu si dedek suhunya sudah normal sudah mulai mau makan, sudah mau manjat- manjat dan narik infusnya. Sampai akhirnya berhasil dia narik infusnya yang bikin saya ketakutan lihat darahnya keluar. Memang anak laki sepertinya kaya gitu enteng dikit mulai rusuh. Akhirnya dokter mutusin tidak usah diinfus lagi karena pasti bakal dia tarik lagi. Dan boleh pulang. Tp sesampainya dirumah muncul bentol-bentol merah makin bertambah banyak. Dimulai dari wajah, leher, dada, perut punggung. Setelah cari-cari artikel di internet memang benarlah si dedek kena virus yang bikin sakit Roseola Infantum. Sampai hari ini Kamis tgl 23 Juli tinggal nunggu hilang bentol-bentolnya, dan ini bikin si dedek ngantuk mulu. Semoga lekas hilang ya.
Kejadian ini baru pertama kalinya buat kami. Bikin naik turun mood apalagi saat lihat anak lemas kaya g sadar dengan badan panas atau saat lihat tangan kecilnya ditusuk-tusuk jarum. Semoga sehat terus ya nak, makin nambah akalnya. Ceria lagi. Hampir seminggu rumah sepi, mandor cilik yang tulang wira wirinya lagi atit. Gbu son. My everyThink.
Sumber :
http://www.referensisehat.com/2015/05/penyebab-gejala-mengatasi-mengobatiroseola-infantum.pdf.html?m=1


Komentar
Posting Komentar